Wanita bernama lengkap 'Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi', Lahir di Bandung pada 27 Desember 1975, atau umumya orang lebih mengenalnya dengan sebutan 'Nike Ardila'. Wanita belia yang sudah populer sejak masih belia dengan lagu-lagu karya ciptaan Dedy Dores cukup membuat wajah belantikan musik Indonesia menjadi pusat perhatian pada masa itu.
Siapapun baik tua dan muda tak heran jika atau tak asing dengan suara beliau yang khas, dan lagu beliau banyak membawa kenangan menarik bagi saya pribadi, bahkan sejak saya masih duduk dibangku sekolah dasar.
Nah kali ini saya akan mengulas atau mengenang kembali lagu Nike Ardila yang kedua yang berjudul 'Bintang Kehidupan' dalam sejarah industri hiburan Indonesia. Dirilis pada akhir tahun 1989 (meledak di tahun 1990), lagu ini mengukuhkan posisi Nike Ardilla sebagai "Queen of Rock" di usia yang sangat belia.
Titik Balik Karier Nike Ardilla setelah sukses dengan album perdana Seberkas Sinar (1989), produser dan pencipta lagu legendaris Deddy Dores ingin menciptakan sesuatu yang lebih megah.
Bintang Kehidupan' dipilih sebagai lagu utama untuk album kedua Nike. Lagu ini membawa aransemen slow rock yang lebih matang dibandingkan karya sebelumnya. Hasilnya luar biasa, album ini terjual lebih dari 2 juta kopi, sebuah angka yang fantastis bahkan untuk ukuran zaman sekarang.
Makna lirik kesendirian dan Ketabahan membuat lirik lagu ini menceritakan tentang seseorang yang berkali-kali gagal dalam cinta namun tetap berusaha tegar, atau Tema utama: Kegagalan asmara dan penerimaan nasib.
Lirik ikonik, "Malam-malam aku sendiri, tanpa cintamu lagi..." menggambarkan perasaan melankolis yang mendalam. Dan Filosofi bintang Penggunaan kata "Bintang" merujuk pada harapan atau satu-satunya petunjuk jalan di tengah kegelapan hidup.
Prestasi Internasiona lagu inilah yang membawa Nike Ardilla terbang ke kancah internasional. Berkat "Bintang Kehidupan", Nike berhasil memenangkan penghargaan The Winner of New Singers Contest di Asia Song Festival 1991 yang diadakan di Shanghai, China.
Namun cerita kariernya menjadi lain, Warisan dan "Kematian" yang abadi menjadikan sesuatu yang begitu menggemparkan, bahkan sebagian orang ada yang tak percaya.🙄 😲😳 Tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Nike pada tahun 1995 membuat lagu ini memiliki makna yang lebih gelap sekaligus sakral bagi para penggemarnya. Lirik tentang "kesendirian" seolah-olah menjadi narasi abadi bagi sosok Nike yang pergi di puncak popularitasnya.
Hingga saat ini, "Bintang Kehidupan" telah dibawakan ulang oleh banyak penyanyi lintas generasi, mulai dari Anji, Syahrini, hingga band-band rock masa kini, membuktikan bahwa komposisi Deddy Dores dan vokal Nike memiliki kualitas yang timeless. Nah bagaimana dengan anda yang suka dengan lagu 'Bintang Kehidupan' punya cerita atau kenangan apa? Atau anda lebih suka lagu Nike Ardila yang lainnya yuk berikan komentar dibawah ini.👇
Siapapun baik tua dan muda tak heran jika atau tak asing dengan suara beliau yang khas, dan lagu beliau banyak membawa kenangan menarik bagi saya pribadi, bahkan sejak saya masih duduk dibangku sekolah dasar.
Nah kali ini saya akan mengulas atau mengenang kembali lagu Nike Ardila yang kedua yang berjudul 'Bintang Kehidupan' dalam sejarah industri hiburan Indonesia. Dirilis pada akhir tahun 1989 (meledak di tahun 1990), lagu ini mengukuhkan posisi Nike Ardilla sebagai "Queen of Rock" di usia yang sangat belia.
Titik Balik Karier Nike Ardilla setelah sukses dengan album perdana Seberkas Sinar (1989), produser dan pencipta lagu legendaris Deddy Dores ingin menciptakan sesuatu yang lebih megah.
Bintang Kehidupan' dipilih sebagai lagu utama untuk album kedua Nike. Lagu ini membawa aransemen slow rock yang lebih matang dibandingkan karya sebelumnya. Hasilnya luar biasa, album ini terjual lebih dari 2 juta kopi, sebuah angka yang fantastis bahkan untuk ukuran zaman sekarang.
Makna lirik kesendirian dan Ketabahan membuat lirik lagu ini menceritakan tentang seseorang yang berkali-kali gagal dalam cinta namun tetap berusaha tegar, atau Tema utama: Kegagalan asmara dan penerimaan nasib.
Lirik ikonik, "Malam-malam aku sendiri, tanpa cintamu lagi..." menggambarkan perasaan melankolis yang mendalam. Dan Filosofi bintang Penggunaan kata "Bintang" merujuk pada harapan atau satu-satunya petunjuk jalan di tengah kegelapan hidup.
Prestasi Internasiona lagu inilah yang membawa Nike Ardilla terbang ke kancah internasional. Berkat "Bintang Kehidupan", Nike berhasil memenangkan penghargaan The Winner of New Singers Contest di Asia Song Festival 1991 yang diadakan di Shanghai, China.
Namun cerita kariernya menjadi lain, Warisan dan "Kematian" yang abadi menjadikan sesuatu yang begitu menggemparkan, bahkan sebagian orang ada yang tak percaya.🙄 😲😳 Tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Nike pada tahun 1995 membuat lagu ini memiliki makna yang lebih gelap sekaligus sakral bagi para penggemarnya. Lirik tentang "kesendirian" seolah-olah menjadi narasi abadi bagi sosok Nike yang pergi di puncak popularitasnya.
Hingga saat ini, "Bintang Kehidupan" telah dibawakan ulang oleh banyak penyanyi lintas generasi, mulai dari Anji, Syahrini, hingga band-band rock masa kini, membuktikan bahwa komposisi Deddy Dores dan vokal Nike memiliki kualitas yang timeless. Nah bagaimana dengan anda yang suka dengan lagu 'Bintang Kehidupan' punya cerita atau kenangan apa? Atau anda lebih suka lagu Nike Ardila yang lainnya yuk berikan komentar dibawah ini.👇




0 Komentar